What sadness moment  

Posted by Mohd Sulthoni

Akhirnya bisa kembali eksis untuk ngeblog. Kata yang tepat bukanlah eksis, tapi kembali menulis untuk sekian lama vakum. Saat ini kesibukan silih berganti, kesibukan yang menurutku nggak mesti terjadi. Ya, namanya juga anak muda yang ingin menemukan jati dirinya, ciele…

Minggu ini salah satu kesibukan yang aku hadapi adalah UTS (Ujian Tengah Semester). Jujur, sebenarnya aku belum cukup siap baik itu mental, fisik untuk menghadapi Ujian tersebut, penyebabnya banyak hal, terutama mengenai keberadaanku yang masih tinggal di tempat lama.
Namun, saat UTS ke2 aku coba untuk secepatnya pindah agar aku bisa fokus untuk mempelajari materi Ujian yang bisa dikatakan aku sendiri belum sepenuhnya menguasai materi tersebut.

Menjelang ujian tengah semester ini ada sedikit keretakan mengenai hubungaku dengan amy, ternyata ulah cuekku kepadanya sudah diambang batas dan dia nggak punya kesabaran lagi untuk menyikapi apa yang terjadi terhadapnya. Beberapa hari setelah itu, dia langsung minta putus. Putus yang sungguh me….’ segala hal, dan bagiku sakit itu pasti. Namun, nggak sampai seminggu ‘break’nya, kami nyambung lagi, hehe.. jadi ingat komentar si Ibuk 'Nana', mana tahan kalien break lama-lama, tohh kalien masih cinta :D

Well, sedikit cerita diatas mungkin menggambarkan dengan jelas apa yang ku rasakan beberapa minggu terakhir. Bisa dikatakan disaat itulah masa yang cukup sulit. Apalagi sebelumnya aku sempat sakit. Sakit kompleks, segala macam penyakit yang sifatnya hanya sementara, mulai dari demam, sakit kepala, mual, badan lemas, masuk angin, ahh.. pokoke komplet dah.

Disaat sakit itulah aku mulai berfikir bahwa hal tersulit yang dialami oleh anak perantauan terlebih lagi dia jauh dari orang tua ialah ketika dirinya tidak sehat (sakit). Disaat sakit, semua rasa melebur menjadi satu hal yang sangat sulit sekali dijelaskan. Keberadaan sang Bunda seakan menjadi hal yang sangat fundamental bagi kita. Apapun penyakitnya, tanpa sang bunda disamping kita begitu sangat hampa. Begitulah ‘natural law’ dari seorang Ibu, begitu menyatu dengan perasaan anaknya.

Di malam ini sebenarnya tak sengaja ku semangati diri untuk kembali menulis menyambung tulisan yang sempat kubuat sebelum UTS lalu. Aku melihat kenyataan dan sempat mengalami hal serupa yaitu merasakan sakit, meskipun hal itu telah terjadi dua minggu yang lalu. Terbesit semangat untuk menulis ini lantaran saat ini orang yang kusayangi sakit. Aku sangat bisa merasakan apa yang dia rasakan saat ini. Dia hanya butuh ibu, butuh ibunya sendiri. Aku hanya bisa mengirimkan do’a dan berharap secepatnya dia bisa kembali sehat, amin.

Ohh ibu, begitu besar artimu bagiku, bagi anakmu yang selalu dan senantiasa butuh akan kasih sayangmu. Ibu… semoga hal baik senantiasa menemanimu :)

a Great Moment with Eugene Kaspersky  

Posted by Mohd Sulthoni

Hampir tiga bulan aku di Jogja, namun masih banyak hal yang belum aku bisa mengerti. Kadang kita mesti intropeksi diri dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk berfikir positif terhadap apa yang terjadi, namun kadang kala emosi dan rasa gusar itu datang menghantui disetiap langkah perjalanan hidup ini, tanpa memandang status dan kondisi orang yang menjadi objek tersebut.

Well, itu secabrik atau bisa dikatakan briefing singkat. Oya, Ada hal menarik yang saat ini aku pun belum bisa mengerti apa yang terjadi padaku. Aku pikir hal ini nggak mungkin kuceritakan dalam blog ini. Mungkin dilain waktu.

Anak-anak di kampus dipastikan pada sibuk semua, minggu ini dosen pada ngasi banyak tugas. Bahkan bisa dibilang setiap subjek mata kuliah ada tugasnya. Aku berharap, aku bisa mengikuti jalannya ritme dari kewajiban-kewajiban itu.

Tadi pagi aku ikut kuliah umum, Kaspersky Anti Virus yg dibawakan langsung oleh CEO Kaspersky Lab, Mr. Eugene Kaspersky of Rusia. Ya.. bisa dikatakan ini merupakan salah satu seminar yang berskala Internasional yang pernah aku ikuti.

Jujur, aku begitu antusias dengan kehadiran Eugene Kaspersky. Seorang yang besar, yang bisa dikatakan sebagai salah satu 'a great man' 5 tahun belakangan ini. Ada promo menarik, bahkan sangat menguntungkan, bisa dibayangkan harga anti virus Kaspersky yang biasanya Rp. 300.000 lebih, hanya dijual dengan harga Rp. 150.000 untuk KIS (Kaspersky Internet Security). Karena promo itu aku beli satu dan berkesempatan dapat tanda tangannya (Eugene Kaspersky), hehe...

Nah ini dia yang buat tambah seneng, pas ngantri buat minta tanda tanganya Eugene Kaspersky, aku dapat kaos Kaspersky karena berhasil ngejawab pertanyaan, hehe... senengnya.

Tentu orang seperti Eugene Kaspersky merupakan salah satu yang terkemuka dan cukup terkenal di dunia, khususnya di bidang IT. Kalau cuma artis ibukota yang datang, dah dipastikan aku nggak bakalan mau antri buat minta tanda tangannya doank, tapi ini kan beda 'Eugene Kaspersky', CEO dan co-founder Kaspersky Lab. Anti Virus terbaik di dunia.

Mudah-mudahan di lain waktu bakal ada event besar seperti itu lagi, Amin...

Beating the Borobudur  

Posted by Mohd Sulthoni

Wuuuiiih.. akhirnya jalan-jalan juga, haha... :D
maklum, sejak nyampe Jogja kami belum sempat luangkan waktu buat itu, namanya juga mahasiswa "super sibuk" (sok belagu), yang pasti hampir sebulan ini kami sangat sibuk buat adaptasi dan urusan kuliah di kampus.

Diawali dengan ospek yang sangat, sangat dan sangat melelahkan, seperti dimasukkan dalam api neraka, yang pasti penuh tantangan dan juga menggembirakan (sedikit). Tugas-tugas kuliah gag kalah menatang, bukan main
referensinya, lumayan bikin pusing.

Well, sebenarnya perjalanan kami diawali dengan unsur "ketidaksengajaan".
Sekedar nanya
"jalan-jalan yuuk.. Borobudur?" "yups.. why not", jawab si The Ongo.

Awalnya perjalanan kami lancar, dengan kecepatan 100km/jam, kami melaju kencang (pake motor) haha... Ketika di perjalanan hampir aja ada kejadian yang gag diinginkan, ceritanya ketika si the ongo nyoba memperbaiki kaca spion motor, spontan... motor yang masih bejalan itu langsung goyang dan hampir aja naas, si the ongo. si the ongo.


Singkat cerita, kami akhirnya sampai di Borobudur. Saat itu aku rasakan capek yang luar biasa, sambil kesel dan melirik turis asing yang seenaknya aja minum di dekatku. Aku masih capek, padahal kami udah lumayan lama di candi itu, aku pikir ini lantaran aku tadi yang bawa motor.

Sekitar satu jam lebih kami disana, cukup banyak hal yang kami lakukan, kalau aku lebih banyak duduk-duduk istirahat Boldsambil ngobrol dengan petugas keamanan candi itu, hehe... banyak hal menarik yang kami bicarakan. Setelah itu kami mengelilingi candi dan ada lumayan banyaklah foto yang diabadikan.

Sekitar jam 5.30 kami out, sebelum itu kami shalat ashar di mushalla yang letaknya masih di kawasan candi. Ini dia yang jadi masalah, ketika dalam perjalanan pulang si motor mogok di tengah jalan, untung aja kendaraan lain gag ada yang kencang di belakang, kalau sempat ada, bisa tewas langsung kami.

Waktu itu tepat jam 5. Kami cukup bingung "kemana mau nyari bengkel", berkali-kali nanya akhirnya kami ketemu juga dengan bengkel motor. Di bengkel, aku hanya bisa duduk lemas sambil tidur, jujur.. aku gag kuat lagi waktu itu. Rupanya motor kami lumayan parah rusaknya dan biayanya pun membengkak, kena Rp. 60.000, padahal kami hanya punya uang Rp.50.000, dengan tampang iba kami bilang sama tukang itu kalau kami hanya punya uang segitu, dan alhamdulillah dia ngerti dan menerimanya, syukur..syukur :)

Dengan keadaan bercampur aduk plus "bokek", kami akhirnya sampe juga kerumah pas saat buka puasa, dan tanpa pikir panjang bergegas ke dapur membantai makanan yang ada, hehe :D

UGM and the Goal  

Posted by Mohd Sulthoni

Akhirnya aku bisa ngeblog dan buat tulisan disini lg. Banyak hal yang sebenarnya ingin aku bagi buat para blogger, namun kadang ada beberapa kesempatan yag ada tapi aku gag sempat.

Well, selama ini aku memang belum pernah buat postingan baru mengenai Jogja "kehidupan baru di daerah baru", haha.. lucu juga namanya. Selama ini aku disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk kayak hantu belau, meskipun dalam hati kecil aku butuh dan senang dengan tugas-tugas itu, LOL.

Kesibukan yang super sibuk, kalimat yang tepat ketika menggambarkan diriku saat ini, mulai dari aktivitas kuliah, organisasi (meskipun masih jd anak buah) dan juga pulang/ pergi kuliah yang memakan banyak waktu (rumah jauh). Jarak dari rumah ke kampus sekita 20 menit, dan ketika macet di Malioboro waktunya bertambah 10-15 menit.

Sebenanya ada beberapa hal yang sempat menggantung mengenai langkah apa yang akan kuambil ketika masuk Fakultas Hukum UGM. Aku bingung, apakah aku akan mengambil suatu langkah, yakni menjadi aktivis di kampus atau hanya menjadi mahasiswa yang hanya fokus terhadap materi pembelajarannya.

Awalnya pertanyaan ini sempat ku suarakan di facebook dan ternyata banyak sekali teman-teman yang memberi masukan mengenai itu, pada intinya adalah aku harus berfikir "fight" yakni mengambil langkah berani untuk menjadi aktivis sambil berjuang untuk menjadi yang terdepan dalam mencapai target maksimal pembelajaran.

Kenapa aku terobsesi (mencoba) ikut bagian dalam pergerakan dan aktivis mahasiswa?
ada beberapa hal yang menjadi alasan yang membuatku MESTI ikut:

  1. Keinginan yang besar untuk menjadi seorang tokoh, aktivis yang mampu membawa perubahan positif untuk masa depan bangsa.
  2. Bukan tipe orang yang cuek terhadap hal-hal yang bersifat (kepentingan) bersama.
  3. Bukan tipe pelajar yang cukup senang terhadap materi pembelajaran yang ada di kelas, butuh suasana baru maupun pola pembelajaran di luar kelas yang bersifat edukasi dan kemerdekaan berfikir.
  4. Melihat flashback sewaktu SMA, banyak bidang yang aku ikuti dan menjadi pilar penting dalam organisasi tersebut dan juga aku sangat menyenangi organisasi.
  5. Memanfaatkan kebesaran UGM sebagai almamaterku, aku pikir poin ini juga sangat berpengaruh.
  6. Tokoh-tokoh besar seperti Anies Baswedan, Denny Indrayana, Febri Adriansyah dll merupakan orang cerdas yang juga tangguh dilapangan, artinya mereka juga aktif dalam organisasi kampus.
Ingin tampil di publik dan memilih menjadi aktivis adalah pilihan dan itu bukan sekedar menjual image atau tebar pesona semata melainkan ingin memberikan sedikit konstribusi demi kemajuan dan kebaikan bangsa kedepan.

Aku pikir sudah selayaknya generasi muda memberikan konstribusi bagi negaranya dan tidak lagi memikirkan dirinya sendiri, mulailah bermimpi dan menawarkannya untuk masa depan bangsa, karena kita sebagai generasi muda hanya bisa menawarkan mimpi dan tidak mungkin generasi muda menawarkan masa lalu.

Menurutku juga, bangsa ini sudah keropos. Generasi tua sudah pada sibuk ngurus kehidupan mereka, atau kalaupun ada yang ikut sibuk, itupun memiliki tanda tanya besar, apakah keikut sertaannya itu memang ikhlas demi masa depan bangsa atau malah hanya ingin menghabiskan uang negara dan menikmati kehidupan tuanya dengan bergelimpangan harta disamping kiri dan kanannya, haha.. setiap harinya ada 37 kasus korupsi yang diterima oleh KPK, itu hanya diterima dari pengaduan masyarakat saja, belum lagi yang terjadi di sekeliling kita. Hahaha... capek ngomongi itu, lain kali aja kita bahas, ok.

Well, Mengecap pendidikan di Gadjah Mada merupakan suatu anugrah tersendiri, bisa dibayangkan berapa banyak para pakar dan ilmuan terlahir dari universitas kerakyatan tersebut.

Aku berharap, ketika akhir nantinya aku akan menjadi bagian (pemain) dari peradaban sejarah UGM yang mampu menorehkan prestasi dan membawa Indonesia kedepan menjadi lebih baik, BUKAN sebagai "penonton setia" sejarah yang hanya bisa bersuara di dalam gua kegelapan tanpa ada kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.

Kraton, Yogyakarta, Sept 10, 2009

Partner

A Adni School Adam Wamback Arya Aniqah Ari Laboh Asdiki Arde B Pesta Blogger Babussalam News C Cassava D Dina Doni UGM E Eko Eddy Prasetyo F Fajar Fadhil UGM G Google H Hendrawan Hamdanil Hassan I Indonesia Web Direktori J Joni K Kokok L Lagaligo M Multi N Nan P Piko UGM R Ridwan S Sakeena U Ust Muallimin Y Yoyok Yudha Yugo
Copyrigth© 2008 7on1 Sponsored By Babussalam
Mohammad Sulthoni
The Easy Going a Person
Babussalam
Class XII Student, in Senior High School of Babussalam Pekanbaru, Riau, 28294 ID
7on1@mail.com
THE SPECIAL ONE: "IF YOU MISS ME LOOK AT THE SKY AND THE STARS, WHO KNOWS WE MIGHT BE LOOKING AT THE SAME STARS IN THE SAME SKY"